Home Top Ad

Responsive Ads Here

  Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, ...

 Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan radiasi mungkin gravitasi, yang dapat dijalankan melalui ruang hampa, gelombang juga hadir dalam medium karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya pegas di mana mereka dapat menjalankan dan dapat mentransfer energi dari satu tempat ke tempat lain tanpa menghasilkan partikel menengah bergerak di permanen; yaitu tidak ada perpindahan massa.


Suatu Medium Disebut

  • Linear jika gelombang yang berbeda sama sekali titik tertentu dalam medium dapat disimpulkan.
  • Terbatas jika terbatas, selain itu disebut tak terbatas.
  • Jika karakteristik fisik seragam tidak berubah pada titik-titik yang berbeda.
  • Isotropik jika ciri fisiknya “sama” dalam arah yang berbeda.

Macam-Macam Bentuk Gelombang


Di bawah arahan getaran, gelombang dikelompokkan menjadi:


Gelombang Transversal

Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getaran tegak lurus dengan arah rambatannya. Contohnya seperti: gelombang pada tali, gelombang di permukaan air dan sebagainya.

Gelombang-Transversal


Gelombang Longitudinal

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang memiliki arah getar yang sama dengan arah propagasi. Ini berarti bahwa arah pergerakan medium gelombang yang sama atau berlawanan arah perambatan gelombang. Gelombang longitudinal mekanik juga disebut sebagai gelombang kompresi atau gelombang kompresi.

Gelombang-Longitudinal

Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang suara dan seismik P-gelombang yang disebabkan oleh gempa bumi dan ledakan. Persamaan Maxwell mengindikasikan berbentuk gelombang transversal gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa, tetapi gelombang elektromagnetik dalam medium plasma dapat berbentuk melintang, longitudinal, atau campuran keduanya.

Sementara Berdasarkan Media, Gelombang Dikelompokkan Dalam :


Gelombang Mekanik

Gelombang mekanik adalah gelombang yang propagasi membutuhkan media. Contohnya seperti: suara dan gelombang air.


Gelombang Elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak perambatanya perlu media. Contohnya seperti: cahaya, gelombang radio dan sebagainya.

Sementara itu, jika kita meninjau dari amplitudo, maka gelombang dikelompokkan Dalam :


Gelombang Berjalan

Gelombang Berjalan adalah gelombang yang amplitudo setiap titik adalah sama. Contohnya seperti: gelombang pada tali dan air permukaan.


Gelombang Berberdiri (gelombang Stationary)

Gelombang Berberdiri (gelombang Stationary) adalah gelombang yang amplitudo berbeda di setiap titik (kebalikan dari gelombang berjalan). Gelombang ini akan dihasilkan oleh interferensi dua buah gelombang amplitudo (A), panjang gelombang, dan frekuensi yang sama (F), dan arah yang berlawanan.


Contoh Gelombang Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Gelombang Transversal

Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus arah getarannya.


Contoh gelombang transversal :

  • getaran senar gitar yang dipetik
  • getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya

Gelombang Longitudinal

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarnya.


Contoh gelombang longitudinal :

  • gelombang pada slinki yang diikatkan kedua ujungnya pada statif kemudian diberikan usikan pada salah satu ujungnya
  • gelombang bunyi di udara

Gelombang Mekanik

Gelombang mekanik yaitu gelombang yang memerlukan medium di dalam perambatannya. Contoh gelombang mekanik :

Gelombang yang terjadi pada tali jika salah satu ujungnya digerak-gerakkan.


Gelombang yang terjadi pada permukaan air jika diberikan usikan padanya (misalnya dengan menjatuhkan batu di atas permukaan air kolam yang tenang).

  • Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah.
  • Gelombang pada slinki

Gelombang Elektromagnetik

Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat  walau tidak ada medium.


a) Sinar Gamma

  • Frekuensinya : 1020 Hz s/d 1025 Hz
  • Mempunyai daya daya tembus sangat besar
  • Menyebabkan efek yang serius jika diserap oleh jaringan tubuh.
  • Sinar gamma dengan tingkat energi yang tinggi yang dilepaskan oleh reaksi nuklir seperti ledakan bom nuklir.

Manfaat :

  1. Industri untuk mengetahui struktur logam
  2. Pertanian untuk membuat bibit unggul
  3. Teknik nuklir untuk membuat radioisotope
  4. Kedokteran untuk terapi dan diagnosis
  5. Farmasi untuk sterilisasi

b) Sinar X

  • Frekuensinya : 1016 Hz s/d 1020 Hz
  • Daya tembus besar
  • Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.

Manfaat :

  1. Dipakai untuk mendeteksi organ organ dalam tubuh (menentukan posisi tulang  yang patah). Akan tetapi penggunaan sinar X harus hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia dapat rusak akibat penggunaan sinar X yang terlalu lama.
  2. Pada bidang industri sinar ini digunakan untuk menemukan cacat las dan bungkus logam karena sinar ini dapat dapat menembus logam.
  3. Pada bidang seni, sinar-X digunakan untuk melihat bagian dalam patung yang tidak terlihat dari luar.

c) Ultra Violet

  • Frekuensinya : 1015 Hz s/d 1016 Hz
  • Sumber utamanya matahari
  • Sinar UV dapat membakar mata, rambut, dan kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika terlalu banyak terkena sinar matahari.

Manfaat :

  1. Diperlukan pada proses asimilasi tumbuhan
  2. Membunuh beberapa jenis kuman penyakit kulit
  3. Digunakan untuk satelit
  4. Sinar UV membantu tubuh kita dalam membuat vitamin D, yang memperkuat tulang dan gigi dan membantu tubuh kita membangun kekebalan terhadap penyakit seperti rakhitis dan kanker usus besar.
  5. Dapat digunakan untuk mengetahui unsur – unsur dalam dalam suatu bahan dengan teknik spektroskopi

d) Cahaya Tampak

  • Satu-satunya GEM yang dapat dilihat (teramati mata manusia)
  • Panjang gelombangnya : 430 nm s/d 690 nm

Manfaat :

  1. Membuat kita dapat melihat
  2. Penggunaan laser dalam serat optik pada bidang telekomunikasi dan kedokteran.

e) Infra Merah

  • Frekuensinya : 1011 Hz s/d 1014 Hz
  • Sinar infamerah dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena benda diipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar  inframerah.
  • Jumlah sinar inframerah yang dipancarkan bergantung pada suhu dan warna benda.

Manfaat :

  1. Digunakan pada fotografi (pemotretan dari udara atau satelit)
  2. Untuk pemetaan permukaan bumi dan sumber-sumber alam
  3. Dapat juga dipakai pada terapi fisik (physical therapy) misalnya untuk mengurangi rasa sakit pada rematik dan menghangatkan permukaan kulit.
  4. Kondisi-kondisi kesehatan dapat didiagnosis dengan menyelidiki pancaran inframerah dari tubuh. Foto inframerah khusus disebut termogram digunakan untuk mendeteksi masalah sirkulasi darah, radang sendi dan kanker.
  5. Bisa digunakan untuk remote benda elektronik
  6. Digunakan dalam alarm pencuri. Seorang pencuri tanpa sepengetahuannya akan menghalangi sinar dan membunyikan alarm.
  7. Sinar inframerah dapat digunakan untuk mempelajari struktur molekul dengan menggunakan alat spektroskop inframerah.
sumber: 
https://www.dosenpendidikan.co.id/gelombang-adalah/

  Getaran merupakan suatu gerak bolak-balik di sekitar kesetimbangan, yakni keadaan dimana suatu benda berada pada posisi diam jika tidak ad...

 Getaran merupakan suatu gerak bolak-balik di sekitar kesetimbangan, yakni keadaan dimana suatu benda berada pada posisi diam jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut. Ini dapat dengan beberapa syarat, yaitu benda mengalami kondisi diam apabila tidak menerima gaya gerak serta jarak simpangan terjauh yang timbul secara bolak-balik akibat getaran, selalu sama bila diukur dari titik tengah.

Ada banyak fenomena yang berkaitan dengan getaran dalam kehidupan sehari-hari, termasuk getaran gempa bumi, gelombang air laut, suara radio dan sebagainya. Pun demikian seiring kemajuan teknologi saat ini, sejumlah alat telah memanfaatkan getaran dalam prinsip kerjanya. Salah satunya alat ultrasonografi (USG) yang digunakan untuk melihat kondisi bayi selama dalam kandungan. Selain itu, ada pula bandul yang menggantung.

Nah, untuk melihat seperti apa pemanfaatan getaran dalam prinsip kerja suatu benda, yuk intip contoh berikut:

Sebuah bandul yang tergantung, kemudian disimpangkan lalu dilepaskan. Terlihat bahwa bandul tersebut berayun secara bolak-balik melewati titik setimbang B, bandul bergerak teratur hingga melemah dan berhenti. Gerak bolak-balik suatu benda secara teratur melewati titik setimbangnya itulah yang disebut dengan getaran.

Misalkan pada mula-mula bandul berada pada posisi setimbang di titik B. Bandul kemudian disimpangkan ke titik A lalu dilepaskan. Ketika bandul menempuh titik A-B-C-B-A, maka gerakan bandul disebut satu getaran. Dan ketika bandul menempuh titik A-B-C maka gerakan bandul disebut setengah getaran.

Besaran pada Getaran

Besaran pada getaran terdiri dari amplitudo getaran, periode getaran, dan frekuensi getaran. Apa yang memdebakan?

1. Amplitudo getaran

Amplitudo getaran atau dilambangkan dengan A adalah simpangan maksimum dari suatu benda yang bergetar dihitung dari titik setimbangnya.

Pada bandul di atas, amplitudo getaran bandul yaitu jarak BA atau BC.

2. Periode Getaran

Periode getaran atau dilambangkan dengan T adalah waktu yang diperlukan benda untuk mencapai satu getaran. Periode getaran dapat dirumuskan sebagai berikut:


Dimana:
T : Periode getaran (sekon atau s)
t : Waktu (sekon atau s)
n : Jumlah getaran

3. Frekuensi Getaran

Frekuensi getaran atau dilambangkan dengan f adalah banyaknya getaran yang terjadi dalam satu sekon.

Frekuensi getaran dapat dirumuskan sebagai berikut:


Dimana:
F : Frekuensi getaran (Hertz/Hz)
t : Waktu (sekon/s)
n : Jumlah getaran

Frekuensi dan periode getaran memiliki hubungan yang dirumuskan sebagai berikut:

sumber: https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/apa-yang-kamu-ketahui-tentang-getaran-12940/

 Roket Air: https://youtu.be/fZYu-HR6eMQ Poster Bab 8:

 Roket Air: https://youtu.be/fZYu-HR6eMQ

Poster Bab 8:



Apa Itu Sistem Ekskresi? Sistem ekskresi adalah sistem dengan tugas untuk mengolah zat sisa metabolisme dan racun, lalu membuangnya dari dal...

Apa Itu Sistem Ekskresi?
Sistem ekskresi adalah sistem dengan tugas untuk mengolah zat sisa metabolisme dan racun, lalu membuangnya dari dalam tubuh. Sebab, zat-zat sisa dan racun tersebut bisa mengakibatkan masalah kesehatan apabila tidak dibuang dari dalam tubuh.


Apa Saja Organ dalam Sistem Ekskresi?
1. Ginjal

Ginjal adalah organ utama pada sistem ekskresi yang berada di rongga perut bagian belakang dan berada pada kedua sisi tulang belakang manusia. Bentuk ginjal mirip seperti kacang merah, dan warnanya merah kecokelatan.

Masing-masing orang mempunyai sepasang ginjal, namun posisi ginjal kanan sedikit lebih rendah dibanding posisi ginjal kiri karena letaknya yang berdekatan dengan organ hati.

Fungsi ginjal adalah untuk menyaring zat sisa yang berasal dari makanan, obat, maupun racun yang ada di dalam darah. Di samping itu, fungsi ginjal juga termasuk untuk mengontrol keseimbangan kadar elektrolit dan cairan dalam tubuh. Apabila tubuh manusia kelebihan mineral atau garam, organ ini akan bekerja untuk membuang kelebihan tersebut.

Ginjal akan mengubah zat sisa metabolisme yang terkumpul menjadi urin atau air seni (kencing). Cairan urin kemudian mengalir melalui ureter ke kandung kemih, lalu dibuang ketika kamu buang air kecil.

2. Kulit

Tahukah kamu kalau terdapat 3-4 juta kelenjar keringat pada kulit manusia? Semua kelenjar tersebut menyebar di seluruh bagian kulit, tapi ada beberapa bagian tubuh dengan jumlah kelenjar keringat lebih banyak dibandingkan bagian lainnya, Yaitu kaki, wajah, telapak tangan, dan ketiak.

Ada 2 jenis kelenjar keringat, yaitu:

- Kelenjar ekrin, yang terhubung dengan permukaan kulit secara langsung serta menghasilkan keringat yang encer dan tidak berbau.

- Kelenjar apokrin, yang terdapat pada folikel rambut seperti kulit kepala dan ketiak, serta menghasilkan keringat pekat dengan kandungan lemak.

Tubuh menghasilkan keringat untuk mengontrol suhu tubuh serta menjadi pelumas bagi kulit dan rambut. Tapi, kelenjar keringat juga memainkan peran untuk membuang racun melalui keringat yang diproduksi.

3. Paru-paru

Meskipun fungsi utama paru-paru adalah sebagai organ utama sistem pernapasan, organ ini juga berperan dalam sistem ekskresi. Saat proses pernapasan berlangsung dan oksigen telah disalurkan ke seluruh organ dan jaringan, sel-sel akan menghasilkan karbon dioksida yang menjadi zat sisa metabolisme.

Apabila karbon dioksida dibiarkan menumpuk, hal ini dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, karbon dioksida akan dibuang dengan cara dibawa kembali ke paru-paru oleh darah. Kemudian, gas tersebut akan dikeluarkan oleh paru-paru melalui rongga hidung ketika kamu mengembuskan napas, Detikers.

4. Hati

Detikers, apakah kamu tahu kalau organ hati manusia adalah organ berukuran besar? Beratnya bahkan mencapai 1 kg, lho! Organ hati sendiri berada tepat di bawah diafragma, atau di bagian kanan atas rongga perut.

Organ hati mengolah amonia agar menjadi urea, yang kemudian dibuang dari tubuh dengan bantuan ginjal, yaitu melalui urin. Di samping amonia, organ hati juga berperan membuang racun maupun zat sisa lain yang ada di dalam darah. Contohnya karena obat-obatan atau konsumsi alkohol berlebihan.

Di samping itu, hati juga bekerja untuk membuang sel-sel darah merah yang telah rusak maupun kelebihan bilirubin. Nah, kelebihan bilirubin ini merupakan penyebab jaundice alias sakit kuning. (pal/pal)

Baca artikel detikedu, "Mengenal Sistem Ekskresi Manusia" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5511487/mengenal-sistem-ekskresi-manusia.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

 Pengertian Flu Flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu atau ...

 Pengertian Flu

Flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu atau influenza ini sangat umum terjadi di musim pancaroba. Penyakit ini sangat mudah menular ke orang lain, terutama ketika 3–4 hari pertama setelah pengidapnya terinfeksi virus flu,


Gejala-gejala flu yang biasa dirasakan pengidapnya adalah demam, sakit kepala, batuk-batuk, pegal-pegal, kehilangan nafsu makan, serta sakit tenggorokan. Gejala flu akan bertambah parah selama 2–4 hari sebelum akhirnya membaik dan sembuh.


Flu dan pilek adalah dua kondisi yang berbeda. Pilek umumnya muncul secara bertahap dengan gejala yang lebih ringan, sehingga tidak terlalu berdampak pada rutinitas pengidapnya. Sedangkan flu tak seperti itu. Penyakit ini cenderung menyebabkan gejala yang lebih parah, sehingga bisa mengganggu aktivitas pengidapnya. Di samping itu, masa inkubasi flu juga lebih singkat.


 


Cara Penularan dan Faktor Risiko Flu

Meski flu bisa menyerang semua orang, tetapi ada beberapa orang yang cukup rentan terserang virus flu. Contohnya:


Memiliki sistem imun yang lemah.

Hamil atau baru melahirkan.

Balita dan lansia.

Mengidap kondisi medis tertentu, seperti diabetes, asma, penyakit jantung, atau obesitas.

Bekerja atau tinggal di fasilitas umum.

Tubuh dalam kondisi yang tidak fit atau kurang beristirahat.

Baca juga: Inilah Alasan Flu Biasa Bisa Sebabkan Pneumonia


 


Penyebab Flu

Untuk melindungi diri dari flu, cara yang paling baik adalah memahami cara virus ini menyebar. Flu adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat di mana pun. Penyakit ini dapat ditularkan oleh seseorang sejak sehari sebelum gejala timbul hingga 5 sampai 7 hari setelah mengalami sakit.


Setelah terkena virus, pengidapnya mulai menunjukkan gejala dalam 1 hingga 4 hari. Kamu juga dapat menularkan virus ini pada orang lain bahkan sebelum sadar jika telah mengidapnya. Penularan flu umumnya ditularkan dari satu orang ke orang lain, terutama saat bersin, batuk, berbicara, hingga air tetesannya beterbangan di udara. Saat virus tersebut masuk ke hidung atau mulut, seseorang dapat sakit.


Beberapa cara penularan yang dapat terjadi adalah:


Jabat tangan.

Pelukan.

Menyentuh permukaan atau benda yang telah terkontaminasi virus.

Berbagi peralatan minum atau makan.

Kontak dengan hewan yang telah terkontaminasi


Gejala Flu

Gejala dari flu dapat muncul dengan cepat pasca virus masuk ke dalam tubuh hingga butuh waktu beberapa hari. Ketika flu menyerang seseorang, maka pengidapnya akan mengalami beberapa keluhan. Awalnya, seseorang yang mengidap penyakit ini adalah sakit tenggorokan, bersin, dan pilek, hingga merasakan nyeri di beberapa bagian badan bahkan sekujur tubuh. Bahkan, kamu akan merasa sulit untuk bangun tidur serasa badan sakit keseluruhan.


Selain itu, gejala-gejala yang umumnya lainnya yang dapat timbul pada pengidap flu adalah:


Pegal-pegal;

Batuk kering;

Sakit kepala;

Sakit tenggorokan;

Kehilangan nafsu makan;

Tubuh yang menggigil;

Berkeringat.

Flu umumnya tidak membutuhkan pemeriksaan ke dokter karena gejalanya dapat membaik setelah mendapatkan perawatan di rumah. Kamu dapat meredakan segala gejala yang dirasakan dengan mengonsumsi obat flu dan pilek yang dijual dengan bebas. Pastikan untuk lebih banyak istirahat dan mengonsumsi lebih banyak cairan.


sumber: https://www.halodoc.com/kesehatan/flu

 Cara Mengukur Volume Udara Residu dalam Paru-Paru Pada pria dewasa, kapasitas normal organ paru-parunya adalah sebanyak 4-5 liter. Sedangka...

 Cara Mengukur Volume Udara Residu dalam Paru-Paru


Pada pria dewasa, kapasitas normal organ paru-parunya adalah sebanyak 4-5 liter. Sedangkan pada wanita dewasa, kapasitas normal organ paru-parunya adalah sebanyak 3-4 liter. Total kapasitas tersebut dapat berkurang jika seseorang mengidap penyakit tertentu, seperti penyakit paru, penyakit jantung yang memicu kongesti paru, serta lemahnya otot pernapasan. 


Bagaimana Cara Mengukur Volume Udara Residu Paru-Paru?


Saat manusia mengembuskan napas kuat, sekitar 1.500 mililiter volume udara yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Udara tersebut disebut dengan udara suplementer. Meski sudah diembuskan dengan kuat, masih terdapat sisa udara dalam paru-paru, yang disebut dengan udara residu. Sebelum mengetahui bagaimana cara mengukur volume udara residu paru-paru, sebaiknya kamu lebih dulu mengetahui jenis perubahan volume paru-paru:


1. Volume Tidal


Volume tidal adalah volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru saat proses pernapasan berlangsung. Pada orang dewasa, mereka memiliki rata-rata volume tidal sebanyak 500 mililiter.


2. Volume Cadangan Inspirasi


Volume cadangan inspirasi adalah volume udara udara tambahan yang masuk ke paru-paru setelah proses pernapasan berlangsung. Pada orang dewasa, mereka memiliki rata-rata volume cadangan inspirasi kurang lebih sebanyak 3.000 mililiter.


3. Volume Cadangan Ekspirasi


Volume cadangan ekspirasi adalah volume udara yang masih tersisa, dan dapat diembuskan di akhir proses pernapasan. Pada orang dewasa, mereka memiliki rata-rata volume cadangan ekspirasi kurang lebih sebanyak 1.000 mililiter.


4. Volume Residu


Volume residu adalah volume udara yang tetap berada dalam paru-paru, meskipun napas sudah diembuskan kuat. Pada orang dewasa, mereka memiliki rata-rata volume residu kurang lebih sebanyak 1200 mililiter.


Begini Tahapan Proses Pemeriksaan Kapasitas Paru-Paru


Pemeriksaan ini memakan waktu 40-45 menit. Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah pemeriksaan berlangsung:


1. Sebelum Pemeriksaan


Beberapa hal yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan, seperti jangan makan terlalu banyak, jangan mengonsumsi alkohol, beritahu dokter jika kamu sedang mengonsumsi obat, jangan merokok, serta batasi aktivitas yang dilakukan.


2. Selama Pemeriksaan


Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, serta riwayat penyakit pasien. Pasien kemudian disarankan untuk memakai masker. Selanjutnya, dokter akan menyuruh mengambil napas dalam-dalam, dan menahan napas selama beberapa detik. Kemudian, embuskan napas sekeras mungkin. Tes ini biasanya dilakukan sebanyak 3 kali.


3. Setelah Pemeriksaan


Setelah pemeriksaan kamu dapat langsung melanjutkan aktivitas harian. Namun, dokter akan menjelaskan mengenai langkah perawatan selanjutnya, jika ditemukan adanya gangguan pada paru-paru. Langkah perawatan tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan paru-paru pasien.


sumber: https://www.halodoc.com/artikel/cara-mengukur-volume-udara-residu-dalam-paru-paru

 Frekuensi pernapasan seseorang adalah jumlah napas yang diambil per menit. Frekuensi pernapasan normal untuk orang dewasa saat istirahat ad...

 Frekuensi pernapasan seseorang adalah jumlah napas yang diambil per menit. Frekuensi pernapasan normal untuk orang dewasa saat istirahat adalah 12 hingga 20 kali per menit. Frekuensi pernapasan di bawah 12 atau lebih dari 25 napas per menit saat istirahat dianggap abnormal.


Rentang Frekuensi Normal Sesuai Usia

Normalnya, frekuensi pernapasan bayi baru lahir adalah 30 sampai 60 kali per menit, balita 24 sampai 40 kali per menit, anak pra sekolah 22 sampai 34 kali per menit, anak usia sekolah 18 sampai 30 kali per menit, remaja 12 sampai 16 kali per menit, usia dewasa 12 sampai 20 kali per menit, dan lansia berada pada rentang 15 sampai 25 kali per menit.

Bayi biasanya memiliki laju pernapasan yang jauh lebih cepat daripada anak yang lebih besar, dan juga dapat menunjukkan fenomena yang disebut pernapasan periodik. Dengan pernapasan periodik, tingkat pernapasan rata-rata anak dapat sangat bervariasi. 

Anak-anak mungkin mengalami periode di mana dia bernapas lebih lambat dari biasanya diikuti oleh beberapa menit bernapas lebih cepat dari biasanya. Meskipun dapat menakutkan sebagai orang tua, biasanya cukup normal kecuali jika anak memiliki gejala lain yang menunjukkan kondisi medis yang mendasarinya.

Seperti pada anak-anak, laju pernapasan harus diukur saat seseorang beristirahat dan tidak hanya melakukan aktivitas berat. Secara umum, tingkat pernapasan perempuan lebih cepat ketimbang laki-laki. Frekuensi pernapasan normal pada lansia cenderung lebih tinggi daripada orang dewasa muda, terutama bila lansia sedang mengalami perawatan karena kondisi kesehatan tertentu. 

Frekuensi pernapasan adalah tanda vital yang sangat penting. Satu studi menemukan bahwa peningkatan frekuensi pernapasan adalah penentu kestabilan atau ketidakstabilan kesehatan seseorang.


Penyebab Peningkatan Frekuensi Pernapasan

Ada banyak penyebab peningkatan kecepatan frekuensi pernapasan, beberapa diantaranya berhubungan dengan kondisi paru-paru. Penyebab peningkatan ini bisa berbeda-beda, namun biasanya dikarenakan:

1. Asma

Selama serangan asma, frekuensi pernapasan sering meningkat. Bahkan peningkatan kecil pada frekuensi pernapasan dapat menjadi tanda memburuk, dan harus dipantau secara ketat jika hal ini terjadi.


2. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronik adalah penyebab umum dari frekuensi pernapasan yang cepat, terutama pada orang dengan riwayat merokok.


3. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan frekuensi pernapasan yang cepat.


4. Demam

Peningkatan frekuensi pernapasan dengan demam adalah upaya tubuh untuk kehilangan panas dengan bernapas lebih cepat. Ini penting karena frekuensi pernapasan yang meningkat dapat menjadi tanda infeksi yang memburuk.


5. Kondisi Jantung

Frekuensi pernapasan yang meningkat bisa menjadi tanda serangan jantung pada orang yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi jantung.


6. Infeksi

Infeksi umum dan tidak umum seperti flu, pneumonia, dan TBC dapat menyebabkan pernapasan cepat.


7. Overdosis

Overdosis aspirin atau amfetamin dapat meningkatkan frekuensi pernapasan.


sumber: https://www.halodoc.com/artikel/perlu-tahu-ini-frekuensi-pernapasan-normal-dari-bayi-hingga-lansia

 Pada saat kamu bernapas berlangsung dua mekanisme, yaitu menghirup udara (inhalasi/inspirasi) dan mengembuskan udara (ekshalasi/ekspirasi) ...

 Pada saat kamu bernapas berlangsung dua mekanisme, yaitu menghirup udara (inhalasi/inspirasi) dan mengembuskan udara (ekshalasi/ekspirasi) yang melibatkan pertukaran udara antara atmosfer dengan alveolus paru-paru. Pada saat melakukan mekanisme pernapasan terjadi kerja sama antara otot dada, tulang rusuk, otot perut, dan diafragma. Diafragma adalah otot yang terdapat di antara rongga dada dan rongga perut. Pada saat inspirasi, diafragma dan otot dada berkontraksi, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang, dan udara masuk ke paru-paru. Pada saat ekspirasi, diafragma dan otot dada berelaksasi, volume rongga dada kembali normal, paru-paru kembali normal, dan udara keluar dari paru-paru. Satu kali pernapasan terdiri atas satu kali inspirasi dan satu kali ekspirasi. Berdasarkan aktivitas otot otot pernapasan, bernapas dengan membesarkan dan mengecilkan volume rongga dada disebut pernapasan dada. Begitu juga jika kita membesarkan dan mengecilkan volume rongga perut, disebut pernapasan perut.

sumber: buku IPA kelas 8 Semester 2

  1. Hidung dan Rongga Hidung Hidung adalah organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Fungsi hidung adal...

 

1. Hidung dan Rongga Hidung

Hidung adalah organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Fungsi hidung adalah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbon dioksida (CO2). Organ ini terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan,  tulang, otot, dan kulit. Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan.

Rongga hidung berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh. Bulu dan lendir (mucus) di dalam rongga hidung berfungsi untuk menangkap debu, spora jamur, dan zat asing udara.

2. Tenggorokan (Faring)

Tenggorokan, atau disebut faring, merupakan jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. Pada tenggorokan, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan bronkus.

3. Pangkal Tenggorokan (Laring)

Laring, yang dikenal sebagai “kotak suara”, adalah penghubung untuk faring dan trakea. Di bagian ini, terdapat pita suara dan katup epiglottis, yang memisahkan saluran makanan dengan saluran udara.

4. Trakea

Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada. Bentuknya seperti pipa. Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.   

5. Bronkus

Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Organ ini memiliki 2 percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara. Bronkus dan bronkiolus berfungsi sebagai jalur udara dari trakea menuju paru-paru. 

6. Paru-paru

Paru-paru merupakan organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan bernama pleura. Letaknya berada di rongga dada di atas diafragma. Bentuknya mirip seperti spons dan terdiri dari 2 bagian, yaitu kiri dan kanan. Paru-paru kiri hanya memiliki 2 segmen. Sementara paru-paru kanan mempunyai 3 segmen.

7. Alveolus

Dinding alveolus tersusun atas satu lapis jaringan epitel pipih. Struktur yang demikian memudahkan molekul molekul gas melaluinya. Dinding alveolus berbatasan dengan pembuluh kapiler darah, sehingga gas-gas dalam alveolus dapat dengan mudah mengalami pertukaran dengan gas-gas yang ada di dalam darah. Adanya gelembung-gelembung alveolus memungkinkan pertambahan luas permukaan untuk proses pertukaran gas. Luas permukaan alveolus 100 kali luas permukaan tubuh manusia. Besarnya luas permukaan seluruh alveolus dalam paru-paru menyebabkan penyerapan oksigen lebih efisien.

Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/organ-pernapasan-dan-fungsinya

  Zat Cair Zat Cair  adalah jenis zat yang berubah-ubah bentuknya sesuai dengan wadahnya namun volume zat ini tetap. Zat ini dikenal juga se...

 

Zat Cair

Zat Cair adalah jenis zat yang berubah-ubah bentuknya sesuai dengan wadahnya namun volume zat ini tetap. Zat ini dikenal juga sebagai fluida.

Kehidupan manusia di bumi tidak bisa dipisahkan dari tiga jenis zat, salah satunya adalah zat cair. Kamu tentunya harus paham karena ada di sekitarmu.

Kali ini akan dibahas tuntas mengenai pengertian, sifat, ciri, bentuk, massa, volume, rumus pemuaian hingga contoh soal mengenai pemuaian zat cair.

Pengertian Zat

Secara umum, sesuatu yang memiliki zat dan menempati suatu ruang didefinisikan sebagai zat.

Berdasarkan pengertian tersebut maka pada dasarnya semua benda yang ada di bumi ini terbentuk dari zat.

Namun tentu saja, masing-masing benda tersebut dibentuk dari zat-zat penyusun yang berbeda. Manusia mengenai tiga jenis zat, yaitu zat cair, zat padat dan zat gas.

Masing-masing zat tersebut memiliki wujud, sifat dan karakteristik yang berbeda-beda.

Pengertian Zat Cair

Zat cair merupakan jenis zat yang dapat berubah-ubah bentuknya sesuai dengan wadahnya namun volume zat ini tetap.

Oleh sebab itu, jenis zat ini dikenal pula sebagai fluida dan memiliki banyak partikel yang bisa bergerak bebas.

Jenis zat ini tergolong sulit untuk dimampatkan sebab susunan partikel yang bergerak bebas itu cukup rapat antar satu partikel dengan yang lainnya.

Contoh zat cair sangat banyak ragamnya, mulai dari air minum, bensin, darah dan lain sebagainya.

Sifat-Sifat Zat Cair

Zat cair memiliki beberapa sifat yang membuat kamu bisa dengan mudah membedakannya dengan zat padat dan juga zat gas. Sifat-sifat tersebut di antaranya seperti berikut ini:

  • Jenis zat ini akan selalu memiliki permukaan yang datar.
  • Zat ini akan selalu mengalir dari tempat tinggi dan secara otomatis menuju ke tempat yang lebih rendah.
  • Zat ini dapat menekan ke segala penjuru.
  • Jenis zat ini memiliki letak partikel yang saling berdekatan.
  • Susunan antar partikel pembentuk zat ini letaknya tidak beraturan.
  • Partikel penyusun zat ini bergerak cukup bebas sehingga dapat bergeser dari tempatnya semula. Walau dapat bebas bergeser, partikelnya tidak bisa lepas dari kelompoknya.
  • Jenis zat ini memiliki kemampuan untuk bisa meresap dan melewati celah yang sangat tipis.

Ciri-Ciri Zat Cair

Bukan hanya memiliki beberapa sifat yang membuatnya berbeda dari kedua jenis zat lainnya. Zat cair juga memiliki ciri-ciri yang akan membuat Anda semakin mudah untuk membedakannya dengan zat padat ataupun zat gas.

Beberapa ciri dari jenis zat ini di antaranya seperti di bawah ini:

  1. Bentuk zat ini akan selalu berubah-ubah tergantung dari tempat atau wadah yang ditempatinya.
  2. Memiliki volume yang tetap.
  3. Memiliki molekul yang letaknya saling berdekatan satu sama lain.
  4. Susunan partikel yang menyusun zat ini memiliki gaya tarik menarik yang cukup lemah.
  5. Susunan partikel yang menyusun zat ini bisa bergerak cukup bebas hanya saja mereka tidak dapat meninggalkan kelompoknya. Ciri ini pada dasarnya adalah faktor utama yang membuat bentuk zat ini akan selalu menyesuaikan dengan bentuk tempatnya.
  6. Susunan partikel yang menyusun zat ini terbilang kurang teratur dalam artian cukup renggang satu sama lain.

Bentuk Zat Cair

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bentuk zat cair itu akan selalu berubah-ubah tergantung dari wadahnya.

Misalkan saja, kamu mengisi sebuah gelas dengan zat cair contohnya seperti air teh maka bentuknya juga akan berubah apabila air teh dalam gelas tersebut Anda tuang ke dalam botol.

Massa Zat Cair

Massa zat cair dapat diketahui dan juga diukur dengan sebuah alat khusus yang dikenal dengan sebutan hidrometer.

Alat ini mempunyai skala massa serta pemberat sehingga membuat kamu bisa lebih mudah dalam mengukur massa zat ini.

Cara pengukuran zat cair menggunakan hidrometer juga tidak terlalu rumit. kamu hanya perlu memasukkan alat tersebut ke dalam wadah yang sudah berisi zat cair.

Semakin dalam alat pengukur massa jenis zat ini tercelup maka nilai massanya semakin kecil.

Volume Zat Cair

Zat cair memiliki volume yang tetap, hanya yang berubah-ubah itu adalah bentuknya, yang akan selalu menyesuaikan wadah zat tersebut ditempatkan.

Contoh Zat Cair

Contoh zat cair itu bermacam-macam, sebab segala jenis cairan yang bisa mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah dan dapat berubah-ubah bentuknya sesuai dengan wadahnya dapat disebut sebagai zat cair.

Beberapa contoh zat memenuhi karakteristik yang telah disebutkan di atas, misalnya seperti:

  •  Air
  • Darah
  • Air kencing (urine)
  • Kecap
  • Air susu
  • Madu
  • Jus
  • Spiritus
  • Alkohol
  • Gliserin
  • Raksa
  • Minyak dan lain sebagainya

Rumus Pemuaian pada Zat Cair

Apabila terkena atau sengaja dikenai panas yang mengakibatkan suhu zat meningkat, maka secara otomatis zat tersebut akan memuai.

Hal tersebut tidak begitu berlaku pada zat cair, sebab pada zat ini khususnya air akan menunjukkan suatu keunikan yang dikenal dengan sebutan anomali air.

Air yang dipanaskan dari suhu 0 derajat Celcius hingga 4 derajat Celcius akan mengalami penyusutan volume.

Zat ini hanya bisa mengalami pemuaian volume, maka akan ditemukan sebuah persamaan seperti berikut:

Vt = Vo x (1+γ x ΔT)

ΔV = Vo x γ x ΔT

Untuk dapat mengetahui pemuaian yang terjadi pada zat cair maka terdapat rumus seperti berikut:

ΔV=Vo.ΔT.b

Keterangan:

  • Penambahan volume yang terjadi dilambangkan dengan ΔV
  • Volume awal dilambangkan dengan Vo
  • Selisih suhu dilambangkan dengan.ΔT
  • Koefisien muai volume zat cair dilambangkan dengan b

Satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa koefisien itu memiliki nilai yang berbeda-beda antara zat cair yang satu dengan lainnya.

Berikut ini ada beberapa nilai koefisien yang perlu kamu ketahui agar bisa menggunakan rumus pemuaian tersebut:

  1. Nilai koefisien muai ruang pada air adalah 0.0004
  2. Nilai koefisien muai ruang pada alkohol adalah 0.0012
  3. Nilai koefisien muai ruang pada minyak parafin adalah 0.0009
  4. Nilai koefisien muai ruang pada raksa adalah 0.0002
  5. Nilai koefisien muai ruang pada gliserin adalah 0.0005

Perubahan Wujud Zat (Bentuk)

Perubahan wujud zat adalah proses perubahan wujud secara fisika. Hal tersebut disebabkan karena zat yang berubah wujud itu dapat dikembalikan lagi ke zat sebelumnya.

Berbeda dengan perubahan yang disebabkan karena proses kimia sebab akan terjadi zat baru dan tidak dapat kembali ke zat asalnya.

Karena ulasan ini membahas zat cair, maka fokus pembahasan mengenai perubahan wujud zat hanya akan berkaitan dengan perubahan wujud dari zat cair ke zat padat atau gas dan sebaliknya.

Ada cukup banyak perubahan wujud yang terjadi antara zat cair menjadi zat padat atau gas dan sebaliknya.

1. Membeku

Perubahan wujud ini terjadi pada zat cair yang berubah menjadi zat padat. Proses perubahan wujudnya dikenal dengan sebutan pembekuan.

Contohnya seperti air yang membeku dan kemudian menjadi es batu.

2. Mencair

Perubahan wujud ini adalah kebalikan dari membeku sebab perubahan yang terjadi berasal dari zat padat yang berubah menjadi zat cair. Proses perubahan wujudnya dikenal dengan sebutan pencairan.

Contohnya seperti es batu yang mencair dan berubah menjadi air, lilin yang terbakar dan berubah menjadi minyak paraffin.

3. Menguap

Perubahan wujud ini terjadi pada zat cair yang berubah menjadi zat gas. Proses perubahan wujudnya dikenal dengan sebutan penguapan.

Contohnya seperti air yang terus menerus dikenai panas maka akan mendidih dan menimbulkan uap air.

4. Mengembun

Perubahan wujud ini terjadi pada zat gas yang berubah menjadi zat cair. Proses perubahan wujudnya dikenal dengan sebutan pengembunan. Contohnya adalah embun yang ada di dedaunan di pagi hari.

sumber: https://theinsidemag.com/zat-cair/